Mataram, 18 Mei 2026 – UIN Mataram terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan konsep green campus melalui berbagai program berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut terlihat dalam rapat evaluasi program dan eksekusi kegiatan SDGs Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II UIN Mataram selaku Ketua SDGs/Green Campus UIN Mataram bersama tim SDGs kampus.
Rapat yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi itu juga membahas expose desain serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Danau UIN Mataram yang direncanakan menjadi salah satu ikon kawasan hijau kampus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro AUPKK UIN Mataram yang memberikan berbagai masukan teknis terkait perencanaan hingga pemeliharaan danau ke depan.
Dalam arahannya, Wakil Rektor II menegaskan bahwa program SDGs di lingkungan kampus harus benar-benar dijalankan secara nyata dan terukur, bukan hanya sebatas program administratif.
“Kita ingin seluruh program SDGs memiliki dampak yang jelas. Tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya bagi kampus dan lingkungan,” ujarnya di hadapan anggota tim.
Salah satu pembahasan yang cukup mendapat perhatian adalah terkait mitigasi debit air pada danau yang akan dibangun. Menurutnya, aspek tersebut perlu dipikirkan secara matang sejak awal agar keberadaan danau nantinya dapat menjadi solusi lingkungan, terutama untuk mendukung resapan air dan memperindah kawasan kampus.
Ia juga mengingatkan bahwa perencanaan danau tidak hanya berbicara soal desain, tetapi juga menyangkut keamanan, sistem aliran air, hingga dampaknya terhadap lingkungan sekitar kampus.
“Debit air harus dimitigasi dengan baik. Jangan sampai danau ini justru menimbulkan persoalan baru. Kita ingin danau ini menjadi bagian dari solusi ekologis kampus,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro AUPKK UIN Mataram dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya aspek pemeliharaan pasca pembangunan danau. Menurutnya, keberlanjutan sebuah fasilitas lingkungan sangat bergantung pada kesiapan sistem pengelolaan setelah proyek selesai.
“Yang perlu dipikirkan bukan hanya membangunnya, tetapi bagaimana pemeliharaannya nanti. Semua aspek harus dimitigasi sejak awal, terutama setelah danau jadi,” ungkapnya.
Diskusi tersebut berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari anggota Tim SDGs terkait konsep pengembangan kawasan hijau kampus yang tidak hanya berfungsi secara estetika, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan keberlanjutan.
Melalui rapat evaluasi ini, UIN Mataram berharap seluruh program SDGs Tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, berdampak nyata, dan semakin memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mengembangkan konsep green campus berbasis nilai-nilai keberlanjutan dan ekoteologi.