SIARAN PERS 

Indonesia Resmi Miliki 100 SDGs Center, Bappenas Dorong Perguruan Tinggi Menjadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan 

Jakarta, 25 Juni 2026 – Indonesia resmi mencapai tonggak baru dalam penguatan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Sebanyak 100 SDGs Center kini telah terbentuk di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, menandai semakin kuatnya kontribusi dunia akademik sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Momentum tersebut diumumkan dalam pembukaan SDGs Center Conference (SCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (25/6). Mengusung tema "Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global", konferensi ini menjadi forum konsolidasi nasional yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan untuk memperkuat kolaborasi menuju percepatan pencapaian SDGs.
Dalam laporan pembukaan, Plt. Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menyampaikan bahwa bertambahnya SDGs Center hingga mencapai angka 100 merupakan hasil perjalanan panjang yang menunjukkan semakin besarnya komitmen perguruan tinggi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. 

Menurutnya, keberadaan SDGs Center kini telah berkembang dari inisiatif beberapa perguruan tinggi pionir menjadi sebuah gerakan nasional yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 

"Perguruan tinggi memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, maupun mitra pembangunan. Modal tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai center of excellence yang mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi berbagai tantangan pembangunan," ujar Pungkas. 

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Indonesia SDGs Center Network (ISCN) pada tahun 2024 menjadi langkah penting dalam menghubungkan SDGs Center di seluruh Indonesia agar mampu saling berbagi pengetahuan, praktik baik, inovasi, dan memperluas kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun global.


Dari 100 SDGs Center Menuju Satu Gerakan Bersama
Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN), Bayu Arie Fianto, menegaskan bahwa pencapaian 100 SDGs Center bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari penguatan kolaborasi antarkampus di Indonesia.
Dalam dua tahun terakhir, ISCN telah berkembang menjadi organisasi yang berbadan hukum, membangun kemitraan internasional, menyelenggarakan berbagai forum berbagi pengetahuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan SDGs Action Register sebagai platform pencatatan kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs.
Menurut Bayu, setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan pengalaman yang berbeda. Ada yang unggul dalam riset, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan pemerintah daerah, hingga pengembangan pendidikan keberlanjutan. Melalui ISCN, seluruh pengalaman tersebut diharapkan dapat saling melengkapi.
"ISCN hadir sebagai platform kolaborasi agar seluruh perguruan tinggi dapat saling belajar, berbagi praktik baik, memperluas jejaring, dan bersama-sama mendorong aksi nyata bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," katanya. 

Kampus Harus Menjadi Kompas Pembangunan Indonesia 

Membuka secara resmi SDGs Center Conference 2026, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan besar dalam mencapai target SDGs. 

Mengacu pada Sustainable Development Report 2025, baru sekitar 18 persen target SDGs yang berada pada jalur pencapaian secara global. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan melalui pendekatan yang lebih transformatif dan kolaboratif. 

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi yang semakin strategis. 

"Perguruan tinggi harus menjadi kompas pembangunan Indonesia. Kampus bukan hanya tempat menghasilkan lulusan, tetapi tempat lahirnya gagasan, riset, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa," tegas Rachmat Pambudy. 

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi harus berkembang menjadi living laboratory pembangunan berkelanjutan melalui kurikulum yang relevan, riset yang berdampak, inovasi, serta praktik kampus yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang sangat besar berupa kekayaan biodiversitas, ekosistem tropis, dan sumber daya alam yang harus diolah menjadi keunggulan kompetitif melalui ilmu pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, SDGs Center diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan solusi berbasis bukti (evidence-based solutions) untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Akademisi sebagai Penggerak Solusi 

Selain sesi pembukaan, hari pertama SDGs Center Conference 2026 juga diisi dengan penyerahan buku Policy Brief dan Best Practices SDGs Center, yang merupakan hasil kolaborasi perguruan tinggi dalam merumuskan rekomendasi kebijakan serta mendokumentasikan praktik-praktik baik implementasi SDGs di Indonesia. 

Konferensi kemudian dilanjutkan dengan panel diskusi bertajuk "Kepemimpinan Akademisi sebagai Center of Excellence Mendorong Akselerasi Pencapaian SDGs", yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Hasanuddin, dan PT Telkom Indonesia. 

Diskusi menyoroti pentingnya integrasi SDGs dalam tata kelola perguruan tinggi, penguatan riset dan inovasi, kolaborasi dengan dunia usaha, serta pengembangan kepemimpinan akademik yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. 

Rangkaian hari pertama ditutup melalui Academic Dialogue: Shaping Perspectives on the Beyond-2030 Sustainable Development Agenda, yang membahas arah pembangunan berkelanjutan setelah Agenda 2030 serta posisi strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global di masa depan. 

Momentum Konsolidasi Nasional 

Pencapaian 100 SDGs Center menandai dimulainya fase baru gerakan keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Tantangan berikutnya bukan lagi membentuk lebih banyak SDGs Center, melainkan memperkuat sinergi antarkampus agar berbagai hasil riset, inovasi, dan praktik baik dapat saling terhubung serta menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. 

Melalui Indonesia SDGs Center Network, perguruan tinggi diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pencapaian SDGs, memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, serta mendukung transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian SDGs Center Conference 2026 akan berlanjut pada 26 Juni 2026 di Universitas Pertamina dengan agenda internal Indonesia SDGs Center Network, yang meliputi SDGs Lecture, forum berbagi praktik baik implementasi SDGs dari berbagai wilayah Indonesia, serta pleno pergantian kepengurusan ISCN sebagai bagian dari penguatan organisasi dan penyusunan arah strategis jejaring ke depan.

Tentang SDGs Center Conference 2026
SDGs Center Conference (SCC) 2026 merupakan forum nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN). Mengangkat tema "Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global", konferensi ini menjadi wadah konsolidasi SDGs Center dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kontribusi akademik terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan kolaborasi multipihak.
SDGs Center Conference 2026 didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Universitas Pertamina, Telkom University, dan Universitas Multimedia Nusantara sebagai Supporting Partners. PT Grahawita Santika berpartisipasi sebagai Accommodation Partner dalam mendukung penyelenggaraan konferensi. 

Narahubung Media 

Maria Advenita Gita Elmada 

Koordinator Media dan Komunikasi SDGs Center Conference 2026 

email: maria.advenita@umn.ac.id , Phone: +62 896 3565 9054